Kamis, 29 Maret 2012

puisi cinta 2012


hati yang  penuh sesak
jatuh kelantai...

satu hati yang sepi
berwarna merah yang pucatt
berantakan diatas keramik yang retak

entah berapa kali
aku diam untuk t'tnggal,
dan jatuh sebagai manusia
yang telah terkubur mati....


tapi aroma dan cinta slalu tersisa di sudut bibir,

aku ambil satu persatu
hatiku yang brserakan
"ku genggam dan melangkah pergi dari ruang hatiku sendiri"



simpony yang ku berikan

kutegakan kepala di atas keramaian
hindari sepi yang melesat cepat dalam tubuhku,
tapi aku tetap tenang saat aku bernyanyi
agar terlihat cerah olehmu yang menatapiku
sepanjang hari...

walau aku tak mampu meruntuhkan bising ini,
disitulah aku terdampar sendiri,
mengorek sepotong harapan dibawah
panasnya bara api yang terbakar....

jangan bicara....


tetaplah duduk  dihadapanku
agar aku bisa mngerti yang ku ucapkan
dalam simpony yang ku berikan

sekali lagi... tak mampu mengantarmu dalam kesunyian,
tapi sapaan ini mengajak kabut dingin
ikut bernyanyi meresapi yang ku inginkan

Kibarkan Cintamu



Terkulai di puncak rindu
Tenggelam dalam sendu

rasakanlah...

inilah anugerah tuhan
yang mampu menggetarkan dada
dan mampu merubah kesedihan batinmu
menjadi sebuah kegembiraan

tersenyumlah...
Kibarkanlah cinta mu

terbang bersama sayap-sayap keindahan
walau terkadang dia akan turun
bersimpuh di tangkai-tangkai pohon karna lelah
namu dia pasti akan kembali terbang mengisi ruang diatas hamparan langit
menari di samping warna-warna pelangi


..Aku layaknya kelana buta.. dan Imamku adalah aku...
menapak langkah kakiku atas perintah 'jiwa'..
beralaskan 'hati' yang cinta damai, 

melindungiku dari onak dan pecahan-pecahan kaca..

_lihat sajalah, tak usah berkomentar_

aku sendiri yang akan menghadapi ujung setapak ini.



Bukan kalian,,,

...bukan kau_



-akulah imam atas kedua kakiku-

tapi bukan imam jika tanpa makmum..

* kodrat Hawa mengikut Adam, Bukan sebaliknya *



..Adam adalah Imam Sang Hawa,,

_dan dari bibit yang tertanam dan menumbuh,
Imam akan membagi buah ranum bersamamakmumnya.. 
dan menelan sendiri duri-durinya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar